GUYiTUd9GSO5TpO7TfY7BSM7TA==

Arif Natar Ikuti Langkah Gibran


WargaLampung.com | LAMPUNG Langkah berani Gibran Rakabuming Raka maju sebagai Cawapres RI, meski usianya dibawah 40 tahun, rupanya menginspirasi tokoh muda Indonesia lainnya. Diantaranya, menginspirasi tokoh muda dari Desa Kalisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Dia adalah Arif Ashifudin atau yang akrab disapa Arif Natar. 

Atas (amanah) desakan para tokoh masyarakat warga Muhammadiyah Kalisari, akhirnya Arif Natar berani menerima amanah memimpin Muhammadiyah Kalisari yang sebelumnya beberapa kali ia tolak atas dasar kesibukan dan padatnya kegiatan yang sedang dia geluti. 

Arif terpilih secara aklamasi pada acara Musran (Musyawarah Ranting) yang diadakan didaerah setempat dan telah dikukuhkan pada hari Sabtu, 2 Desember 2023.

Kholid S.Pd, Ketua sebelumnya menaruh harapan besar kepada Arif agar dapat menjalankan roda organisasi keagamaan (terbesar kedua ditanah air) Muhammadiyah Kalisari dengan lebih baik dan berkemajuan. "Saya berharap, Muhammadiyah dibawah kepemimpinan Saudara Arif akan lebih baik," ujar Kholid.

Drs. H Sudaryo MPd dan beberapa tokoh masyarakat Kalisari yang mendorong Arif untuk maju menjadi Pimpinan Muhammadiyah Kalisari mengungkapkan keyakinannya, Arif mampu membawa Muhammadiyah Kalisari semakin maju dan berkembang.

Wartawan media online terbaik kearifan lokal www.wargalampung (WL) sempat mewawancarai Arif Natar dengan visinya yang lugas.

WL: Meski sempat menolak berulang kali, Anda akhirnya berani menerima tongkat estafet kepemimpinan Ketua Muhammadiyah Ranting Kalisari?

Arif: Baik, sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman media  yang berkenan meliput, meski ini hanya acara Musran di tingkat desa. Jadi begini, sebenarnya saya bukan menolak, tapi berharap ada warga Muhammadiyah disini yang lebih berkompeten dan focus dalam menjalankan roda organisasi. Kemudian yang kedua, secara pribadi saya memiliki standar tersendiri jika ingin memimpin sebuah organisasi apapun itu, minimal sudah berusia diatas 40 tahun. Sehingga terlihat lebih matang dan dewasa dalam mengambil sebuah keputusan.

Tapi begitu saya melihat langkah Gibran Rakabuming Raka, Putra sulung dari Presiden RI Joko Widodo yang pada usia 36 tahun sudah berani mengambil langkah atau keputusan berani untuk menjadi Cawapres, menginspirasi saya. Bahwa, ternyata usia bukan penentu kematangan daya pikir dan kedewasaan seseorang dalam mengambil sebuah keputusan. 

Atas dasar tersebut, pola pikir saya berubah dan pada akhirnya saya mengiyakan dorongan untuk menjadi Pimpinan Muhammadiyah.

Maka dengan mantab, dengan mengucap; "Bismillahirrahmanirrahim, saya siap..!!!

WL: Apa program gebrakan Anda?

Arif: Saya terbiasa gerak cepat dalam hal apapun. inSyaaAllaahu, itu juga akan saya terapkan disini. Dalam waktu dekat, saya akan adakan rapat atau pertemuan untuk mengkonsolidasikan warga Muhammadiyah, baik yang aktif maupun yang tidak aktif. Organisasi jika saya ibaratkan kendaraan, peran Ketua adalah Mesin yang perlu ditopang oleh stang, roda, rantai dan perangkat lainnya agar dapat berjalan menggapai sebuah tujuan. Nah, diperlukan kejelian dalam mengkompisisikan pengurus sesuai kemampuan dan latar belakangnya. 

WL: Bagaimana cara anda membagi waktu antara keluarga, pekerjaan dan organisasi?

Arif: Sebelum mengambil sebuah keputusan, tentu saya selalu mengkomunikasikan dengan istri. Syukur Alhamdulillah, saya memiliki istri yang selalu mendukung penuh apapun langkah yang saya jalani. Saya berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga dan sebagai pegawai dipemerintahan saya akan bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kedisiplinan.

Namun yang tak kalah penting, saya juga sudah mewakafkan sebagian waktu, tenaga dan pikiran untuk Muhammadiyah. 

WL: Apa yang anda harapkan dari Organisasi Muhammadiyah?

Arif : Saya tidak berharap apapun dari Muhammadiyah. Karena saya ingat betul diwaktu saya MI/SD dalam pelajaran KMD (kemuhammadiyahan) dan saya terdoktrin dengan sebuah adigum atau semboyan dari Sang pendiri Muhammadiyah yaitu "Hidup hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah". 

WL: Ngomong-ngomong nih, kemana dukungan untuk Pilpres?

Arif: Kami dibawah akan tunduk dan patuh apa yang diinstruksikan diatas (pusat). Hingga saat ini, belum ada arahan, artinya Muhammadiyah netral dan memberikan kebebasan anggota untuk berijtihad sendiri memilih figur pimimpin bangsa terbaik. Namun, saya berharap, anggota Muhammadiyah turut andil dalam mengawal proses demokrasi dapat berjalan dengan baik. Untuk warga Muhammadiyah Kalisari khususnya, saya memberikan keleluasaan kepada masing-masing pribadi untuk memilih sesuai hati nurani baik itu Pilpres maupun Pileg, yang terpenting mana saja calon pemimpin atau calon legislatif yang lebih mendekati kriteria sempurna sebagaimana disunnahkan Nabi Muhammad Shollallaahu Alaihi Wassalam yaitu Jujur, Amanah, Tabligh (Komunikatif) dan Fatonah (Cerdas). (BE/01)

 

Type above and press Enter to search.