GUYiTUd9GSO5TpO7TfY7BSM7TA==

Rp.300 Juta Dana BKAD Diduga Menguap, Ketua ABPEDNAS Wanasari Mengeluh


WARGA LAMPUNG | BREBES — Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Ahmad Toridin mengeluhkan anggaran  yang diambil dari Dana Desa untuk kepentingan kegiatan BPD selama tahun 2022 - 2023 di anggap tidak Transparan.

Keluhan itu disampaikan lewat sebuah surat tuntutan yang beredar dimana tertera sejumlah anggaran senila 300 juta dianggap tidak jelas peruntukannya.

Dalam surat tertanggal 25 September 2023 yang ditujukan kepada Pengurus Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD ) Kecamatan Wanasari, penuntut menuliskan   Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan BPD se Kecamatan Wanasari yang dilaksanakan oleh BKAD dengan menggunakan anggaran Dana Desa pelaksanaanya dianggap  Arogan dan Tidak Transparan.

Hal itu menurutnya lantaran tidak dikomunikasikan terlebih dahulu dengan BPD atau Perwakilanya.

Ia merinci  DD yang disetorkan ke BKAD untuk melaksanakan peningkatan kapasitas kelembagaan BPD tahun 2022 tiap desa setor  Rp 1.000.000 x 20 Desa se kecamatan Wanasari berjumlah  Rp 100.000.000, Kemudian ditahun 2023 tiap desa anggarkan Rp 2.000.000 x 20 Desa  berjumlah Rp 200.000.000,  sehingga total dua tahun terakhir Dana Desa  yang disetorkan ke BKAD se-Kecamatan Wanasari sebesar Rp 300.000.000.

Sayangnya dari total anggaran, menurutnya BKAD tidak menyampaikan informasi penggunaanya  dan tidak melakukan perencanaan yang melibatkan BPD atau Perwakilan BPD. 

"surat itu pertama kami tujukan kepada Saudara Akhmad Tajudin selaku Ketua yang bertanggung jawab dalam pelaksanaanya, kemudian kepada Saudara Zainal Arifin selaku sekretaris  yang berada dibalik layar kegaduhan dan ketidak harmonisan antara BPD dan BKAD,"  tulis Toridin.

"Itukan anggaran dari Dana Desa, dan mestinya dengan peruntukan untuk kegiatan BPD harus ada menyertakan perencanaan dan transparasi kegiatannya, BPD itu bukan sapi yang bisa di cucuk hidungnya, maka kami wajar menuntut transparasi laporan itu," ujar Ahmad Toridin saat dimintai keterangan, Kamis (28/9).

Ia juga menganggap aneh ketika sekretaris BKAD di hungungi hanya menyampaikan biasa saja.

"Sebelumnya saya sudah menghubungi ketua BKAD Kecamatan Wanasari, namun belum ada tanggapan, tapi aneh ketika sekretaris saat dihubungi hanya menyampaikan "saya sih biasa saja", kata Toridin.

"Padahal sudah diminta untuk duduk bareng  ngopi bareng sebulan sebelum pelaksanaan, oleh karena itu kami menuntut agar mereka mundur dari kepengurusan BKAD Kecamatan Wanasari," tegas Toridin.

Tajudin, Ketua BKAD Kecamatan Wanasari, saat memberikan klarifikasi menerangkan tindakan Toridin itu arogan.

"itu tindakan arogan yg tidak mencerminkan orang pandai bijak, dan sebenar kami tidak ingin menanggapi sesuai masukan advis pihak sana pihak sini, ini Lbh karena njen ajah makasih," tulisnya melalui chat Whatsaap.

Sementara Camat Wanasari, Nuridin saat dimintai tanggapan mengaku tidak tahu, "Ke Yg bersangkutan saja. Saya belum tahu duduk permasalahannya," terangnya, Rabu (27/9) melalui aplikasi Whatsap. (via)
 

Type above and press Enter to search.