Langit Lampung Terbelah Cahaya Misterius, Observatorium ITERA Ungkap Fakta Sebenarnya
Font Terkecil
Font Terbesar
WARGA LAMPUNG | LAMTIM — Warga Lampung dibuat heboh dengan kemunculan benda bercahaya yang melintas dan tampak membelah langit pada malam hari. Fenomena yang diduga sebagai meteor itu pun viral di media sosial, hingga akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak Observatorium Astronomi ITERA.
Sebelumnya, Warga Desa Taman Sari, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, digegerkan dengan kemunculan benda terbang misterius di langit, pada Sabtu malam (4/4) sekitar pukul 19.59 WIB.
Sejumlah warga melaporkan melihat objek bercahaya menyerupai roket atau meteor melintas di atas kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas. Benda tersebut tampak bergerak cepat sebelum akhirnya menghilang dari pandangan.
Tak hanya di sekitar Way Kambas, fenomena serupa juga dilaporkan terlihat dari wilayah Labuhan Ratu hingga Way Jepara. Bahkan, warga di Kota Metro disebut turut menyaksikan kejadian tersebut.
Objek misterius yang terlihat melintas di langit wilayah Taman Nasional Way Kambas hingga sejumlah daerah lain diduga merupakan sampah antariksa (space debris) dari roket China CZ-3B R/B.
Dugaan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), Annisa Novia Indra Putri, berdasarkan hasil analisis awal terhadap pola pergerakan dan pecahan objek.
Meski sempat memicu kekhawatiran, fenomena tersebut dinilai umumnya tidak berbahaya karena sebagian besar material terbakar di atmosfer.
Annisa menjelaskan, bahwa indikasi kuat mengarah pada sampah antariksa dilihat dari karakteristik objek yang tampak pecah menjadi beberapa bagian saat melintas di langit.
"Kalau dari analisis awal kemungkinan itu space debris dari roket China CZ-3B R/B. Hal ini dilihat dari gerakan dan pecahannya," kata dia, kepada awak media.
Menurutnya, fenomena tersebut tidak berkaitan dengan kemunculan komet C/2026 A1 (MAPS) yang belakangan ramai diperbincangkan.
Berdasarkan data astronomi, posisi komet tersebut pada 4 April berada dekat matahari sehingga kecil kemungkinan dapat terlihat dari bumi, khususnya di wilayah Lampung.
"Yang ini sepertinya tidak, karena berdasarkan data pada 4 April posisinya dekat matahari, bukan dekat bumi," ujarnya.
Meski demikian, pihak Observatorium Astronomi ITERA Lampung masih melakukan analisis lanjutan untuk memastikan ukuran serta jenis objek yang melintas tersebut. (Her)
