Akhmad Sadad: Lampung Banyak Peninggalan Purbakala
Font Terkecil
Font Terbesar
WARGA LAMPUNG | PAHOMAN — Provinsi Lampung banyak ditemukan peninggalan-peninggalan purbakala yang tersebar dari ujung timur, selatan, barat daya sampai dataran tinggi di bagian barat Lampung. Selain itu, jejak sejarah di Lampung juga kompleks, mulai dari kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi hingga pemerintahan.
Berbagai penelitian hingga temuan arkeologis menunjukkan kalau di Provinsi Lampung pada zaman prasejarah sudah didiami manusia, dengan pola hidup hingga sistem religi yang berkembang kala itu. Masa prasejarah di Lampung, ditandai kehidupan bercocok tanam sederhana, meramu-berburu serta kepercayaan animisme dan dinamisme.
"Dari coraknya, megalitik di Lampung kebanyakan bercorak statis dengan penggunaaan batu berbentuk, bersusun hingga bergores," kata Akhmad Sadad, penulis dan pemerhati sejarah kepada wartawan, seusai menyerahkan buku Lampung Prasejarah & Sejarah: Traces of Civilization in The Southern Tip of Sumatra (Jejak Peradaban di Ujung Selatan Sumatera) ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung, Selasa (7/4/2026).
Di kesempatan itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi Lampung melalui Fungsional Pustakawan, Fahrudin, S.IP., mewakili Kepala Dinas Dr. Fitrianita Damhuri, S.STP., M.Si., memberikan piagam penghargaan kepada Akhmad Sadad atas partisipasinya dalam pemberian sumbangan buku sebanyak 1 judul buku.
Buku yang ditulis oleh Akhmad Sadad setebal 255 halaman dan diterbitkan Faith Books ini merupakan latest literacy dengan historiografi yang berfokus pada pendekatan multidimensional terhadap sumber-sumber sekunder dan primer, menggali fakta secara objektif dan berimbang dalam keberagaman serta menjembatani narasi prasejarah dan sejarah dengan konteks perkembangan suatu penemuan, wilayah, peristiwa serta lain sebagainya.
Masa prasejarah dan sejarah di Lampung, ujar Sadad, menunjukkan adanya kesinambungan budaya purba sampai masa sejarah dengan masuknya pengaruh Hindu-Buddha dan Islam di Lampung, yang dibuktikan dengan temuan-temuan arkeologis hingga dari sumber asing maupun dalam negeri. Bersamaan itu pula beberapa bangsa di Eropa, seperti Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis dan Inggris menjajah Nusantara.
Ia mengatakan, Hindia Belanda yang juga dikenal sebagai Hindia Timur Belanda, abad ke-19 Masehi mulai memperluas pengaruh dan kolonialisme-nya di Indonesia, termasuk di wilayah Lampung. Setelah berabad lamanya, Belanda yang mencapai batas wilayah kekuasaan terbesar mereka awal abad ke-20 Masehi ini, menyerah tanpa syarat kepada Jepang di tahun 1942.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, tambah dia, Belanda NICA (Netherlands Indies Civil Administration) tahun 1948-1949 berusaha untuk mengambil alih kekuasaan setelah Perang Dunia II. Di sejumlah tempat di Lampung terjadi pertempuran antara TNI dan lasykar/laskar dengan Belanda NICA, sampai akhirnya mereka mengakui kalau kedaulatan milik rakyat dan bangsa Indonesia.
Buku Lampung Prasejarah & Sejarah: Traces of Civilization in The Southern Tip of Sumatra ini mencatat berbagai peristiwa penting daerah maupun nasional yang pernah terjadi di Lampung. Jejak-jejak dan fakta sejarah di Lampung semua terangkum dalam buku tersebut. Mudah-mudahan, kehadirannya akan dapat menambah wawasan serta perbendaharaan kebutuhan informasi tentang masa prasejarah dan sejarah di Lampung khususnya, Indonesia umumnya.
"Terbitnya buku ini juga diharapkan dapat menjadi literasi serta menambah perbendaharaan kebutuhan informasi tentang masa prasejarah dan sejarah di Lampung, dan generasi sekarang tidak melupakan sejarah daerah yang adiluhur itu," pungkas Sadad. (*)
