Munjirin Hadiri Pesta Partangiangan 2026, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya Batak
Font Terkecil
Font Terbesar
WARGA LAMPUNG | JAKARTA — Walikota Jakarta Timur, Munjirin, bersama Ketua Gerakan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, menghadiri Pesta Partangiangan 2026, Kelompok Bimbingan Borsak untuk Hutasoit dan Boru Jabodetabek, yang diadakan di Gedung Serbaguna Mulia & Raja, Jalan Kebon Nanas No. 70, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada hari Minggu (7 Juni 2026).
Kedatangan Walikota disambut hangat oleh keluarga Hutasoit dengan tarian tor-tor, musik gondang, dan penyematan ulos dan kain sortali sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan. Munjirin didampingi oleh Kepala Bagian Umum dan Protokol Jakarta Timur, Nina Permata.
Festival Partangiangan, yang dihadiri oleh keluarga besar Borsak Bimbinan Hutasoit dan anggota dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, menjadi sarana untuk mempererat persahabatan dan melestarikan budaya Batak yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam sambutannya, Munjirin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Borsak Bimbinan Hutasoit. Ia menganggap Festival Bolon Partangiangan bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga cara untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan, umur panjang, dan kebersamaan yang tetap terjaga dalam keluarga besar.
"Festival Bolon Partangiangan mengajarkan kita tiga hal penting: rasa syukur atas kehidupan, rasa hormat kepada leluhur, dan mempererat ikatan persaudaraan. Inilah nilai-nilai yang kita butuhkan untuk bekerja sama membangun Jakarta Timur," kata Munjirin.
Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan, kerja sama timbal balik, dan rasa hormat terhadap warisan budaya yang diwujudkan dalam acara tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Jakarta Timur untuk membangun masyarakat yang harmonis dan berkarakter.
Munjirin juga menyampaikan apresiasinya atas komitmen berkelanjutan keluarga Hutasoit dalam melestarikan tradisi dan identitas budaya di tengah perubahan zaman. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan sebagai sarana memperkuat ikatan antar generasi dan memperkaya warisan budaya Jakarta Timur.
Ia lebih lanjut menekankan dukungannya terhadap berbagai kegiatan positif yang berorientasi pada pelestarian budaya dan penguatan persatuan masyarakat. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kota Jakarta Timur siap berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, inklusif, dan beragam budaya.
"Selamat merayakan, nikmati gondang dan tor-tor bersama. Semoga keluarga besar ini selalu berada di bawah lindungan Tuhan," pungkasnya.
Melalui Festival Partangiangan 2026, keluarga besar Borsak Bimbinan Hutasoit dan Boru di seluruh Jakarta Raya (Jabodetabek) tidak hanya memperkuat ikatan tetapi juga memperkuat komitmen mereka untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan kebersamaan sebagai bagian dari kekayaan masyarakat Indonesia. (R/007)
