Israel Serang Armada Bantuan Kemanusiaan Sumud Menuju Gaza, Begini Respon Teheran
Font Terkecil
Font Terbesar
WARGA LAMPUNG | TEHERAN — Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan rezim Israel terhadap kapal-kapal armada kemanusiaan “Sumud-2” di perairan internasional dan penahanan paksa para aktivis pro-Palestina, menggambarkan tindakan tersebut sebagai pembajakan maritim dan terorisme.
Dalam pernyataan yang dirilis hari ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei mengecam serangan Israel terhadap konvoi bantuan tersebut, yang menurutnya diorganisir dengan partisipasi pendukung perjuangan Palestina dari puluhan negara dan bertujuan untuk mematahkan “blokade tidak adil” Gaza dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang tertindas.
Baqaei mengatakan, serangan terhadap armada Sumud-2 bukan hanya serangan terhadap misi kemanusiaan dan bantuan, tetapi juga pukulan terhadap kesadaran kemanusiaan yang telah terbangun dan nilai-nilai kemanusiaan bersama.
Juru bicara tersebut menekankan tanggung jawab komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan semua pemerintah untuk mengutuk pelanggaran hukum yang terus dilakukan rezim Israel dan meminta pertanggungjawaban rezim pendudukan atas tindakannya.
Ia juga menyerukan dukungan komprehensif untuk kampanye kemanusiaan yang mendukung rakyat Gaza dan tuntutan global untuk pembebasan segera para aktivis yang ditahan.
Diwartakan sebelumnya, rezim Zionis Israel telah mencegat 22 dari 58 kapal bantuan yang berlayar melalui perairan internasional dan menuju Jalur Gaza yang terkepung.
Kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari Armada Global Sumud kedua yang dalam beberapa bulan terakhir berupaya untuk menembus blokade Israel dengan membawa bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di Gaza.
Kapal kapal itu berlayar dari pelabuhan Barcelona, Spanyol, pada 12 April.
Kapal-kapal tersebut disita oleh Israel pada Rabu malam di perairan internasional di lepas Semenanjung Peloponnese, Yunani, ratusan mil dari Gaza.
Sumber: Suara Negeri
